Teddy Bear Holding A Heart Balloon

Kamis, 27 November 2014

ff Please Comeback to Me Oppa

“Please Comeback to Me Oppa”



Cast                 : Jung Hoseok a.k.a J-Hope (BTS)
                          Kim Taehyung a.k.a V (BTS)
                          Kang Hyemi (OC)
Genre              : Romance (maybe)
Rate                 : 17
Author             : Nuriramdaniyah


**

Author  POV

SMA Seol terlihat begitu ramai, hari ini adalah hari kelulusan dimana semua siswa/siswi kelas 3 akan meneruskan sekolah ke universitas. Tak terasa memang, sudah 3 tahun hyemi dan hoseok menjallin kedekatan, pacaran? Tidak. heosok tak pernah menyatakan cintanya kepada hyemi walaupun sebenarnya jauh dalam hati mereka, mereka saling sayang.

Siapapun pasti mengenalnya, Jung Ho Seok, atau yang kerap di sapa J-Hope, sosok pria yang berperawakan cukup tinggi, baik, ramah, walaupun banyak yang mengatakan dia sedikit absurd, tetapi itu yang membuat hyemi tak  ingin jauh darinya.  

**


Hyemi POV

Setelah acara perpisahan selesai, aku mengobrol dengan teman-temanku yang lain, tiba-tiba jhope yang biasa ku panggil oppa, karena dia lebih tua 2 tahun dariku, ia mengajaku ke taman sekolah yang berada tak jauh dari tempat perpisahan itu.
“bisakah kau ikut denganku? Ada yang ingin aku bicarakan” tangan kekarnya menarik tangankku perlahan ketika aku asyik mengobrol dengan temanku. Akupun menurutinya tanpa menjawab pertanyaannya.
Sampai kita di tempat tujuan, jhope sudah duduk mendahuluiku dan aku masih tetap dalam posisiku yaitu berdiri. Apa maksudnya dia membawaku ke taman ini? Lama kita saling diam.
“oppa, aku akan meneruskan sekolah di Yonsei University” pembicaraan dimulai ketika aku duduk bersebelahan dengan namja yang bernama jhope itu.

“baguslah” ucap jhope singkat seraya menempatkan sikut nya di lututnya menjadi setengah membungkuk.

“lalu apa maksud oppa mengajaku ke sini? Bukannya ada yang oppa ingin bicarakan?” aku langsung menanyakan maksudnya. Ia terlihat mengusap wajahnya kasar dengan telapak tangannya.

“sepertinya oppa akan meninggalkanmu hyemi-ah”

“maksudnya?”Aku tak mengerti dengan apa yang ia katakan “oppa, kau….kau juga akan kuliah disini kan?” lanjutku menatapnya.

“ani hyemi-ah, aku akan berangkat ke china dan meneruskan kuliahku yang sempat ku tunda disana, sekaligus meneruskan perusahaan appa” ucapannya terdengar pelan.

“dimana kau akan menlanjutkan kuliahnya?”

“Chun Yang University”

“...” aku hanya menganggukan kepala tanpa mengeluarkan sepatah katapun. Ia terlihat membetulkan posisi duduknya dan menatapku yang terlihat melamun.

“hyemi-ah”

“ne oppa?”

“ada hal lain yang ingin aku katakan” ucapannya kini terlihat serius.

“katakan saja oppa” ucapku tersenyum

“aku tak ingin berdusta kepada diriku sendiri”

Dusta memang mampu menunda sebuah kebenaran, tapi cepat atau lambat pasti terungkap juga. Jadilah pribadi yg jujur”

“ne..kau benar hyemi-ah , selama 3 tahun kita bersama, aku memiliki perasaan yang tak biasa kepadamu, aku tidak tau perasaan apa ini, dan….agggrrrrrrhh to the point aja, hyemi-ah, apa kau mau menjadi yeojachinguku?” ucapnya menggenggam tanganku. Omaygat apa yang dikatakannya barusan? Apakah ia bisa membaca fikiran dan perasaanku? Ia sepertinya terlihat malu. Akupun melepaskan genggaman tangannya dan berjalan sedikit menjauh darinya.

“ne oppa…aku ingin menjadi yeojachingumu” ucapku malu. Aku yakin kali ini wajahku memerah seperti kepiting rebus.

“wahahaha kau serius menerimaku hyemi-ah” ia tertawa sambil berjalan menghampiriku.

“kau tak percaya?” ucapku tak menatapnya

“aniyeo..aku percaya, kau kan juga mencintaiku, iya kan?” ucapnya membetulkan tas yang saat itu berada di punggungnya.

“ya oppa!” ucapku menatapnya

“wajahmu memerah yeobo haha apakah kau malu?” ledeknya dengan disertai ketawanya yang membuat matanya sipit dan itu lucu sekali.

“ oppa pabo!” ucapku tertawa dan memukulnya pelan. Dia menggenggam tanganku kembali akupun menatapnya. Tinggiku memang sedikit jauh darinya.

“wae?” ucapku gugup.
**

J-Hope POV

Aku menggenggam tangannya kembali, dan menatapnya. Tingginya memang sedikit jauh dariku.

“wae?” ucapnya gugup.  Akupun menatap mata indahnya, dan dengan perlahan aku langsung memeluknya. Ia terlihat membalas pelukanku.

“saranghae hyemi-ah” ucapku masih memeluknya.

“nado saranghae oppa” ucapnya.
~~
Satu minggu sudah aku menjalin hubungan dengan hyemi. Tetapi Hari ini aku harus meninggalkannya. Ya, bukan kemauanku memang, tetapi apa daya, aku harus membantu perusahaan appa di china dan sekaligus kuliah disana. Waktu menunjukan pukul 09.00 , aku harus mempersiapkan keberangkatanku yang 1 jam lagi akan tiba, Memasukan (?) semua bajuku ke dalam koper yang berukuran sedang.  Hyemi sudah tau tentang keberangkatanku. Hari ini ia mengantarkanku ke bandara.

“oppa…kajjima” ucapnya menggenggam tanganku. Terlihat butiran air mata tumpah di pipinya. Aku tak tega melihatnya, aku langsung memeluknya.

“yeobo..oppa janji akan terus mengabarimu, kau jangan menangis, oppa mencintaimu” ucapku menguatkannya.

“janji?” ucapnya melepas pelukan kami. Akupun menghapus air mata yang terus saja mengalir di pipinya .

“oppa janji” aku mencium keningnya lembut dan kembali memeluknya, lama kita dalam posisi begini.”biarkan 5 menit lagi kita begini, aku akan merindukan hal seperti ini hyemi-ah” ucapku dengan mengeratkan pelukanku, dan ia hanya mengangguk dalam pelukanku.
**
Author POV

Setelah lama mereka berpelukan, jhope pergi meninggalkan hyemi, hyemi terus menatap jhope yang semakin menghilang di pelupuk matanya.
Kini jhope telah berada dalam pesawat yang akan membawanya pergi. Sedangkan hyemi sudah beranjak pergi meninggalkan bandara dengan menggunakan taxi.
1 jam berlalu, kini hyemi telah sampai di rumahnya, ia memasuki kamarnya yang berada di lantai atas. Ia langsung memeluk boneka yang di berikan jhope, tak terasa ia tertidur dengan masih memeluk boneka yang diberikan kekasihnya tersebut.

Tak terasa , ketika hyemi membuka matanya dan tersadar dari tidurnya, langit sudah berganti warna menjadi gelap, tak ada cahaya bintang yang bertaburan seperti biasanya. Ia berdiam diri menatap layar ponsel yang menampilkan foto dirinya bersama kekasihnya itu. Lama ia menatap benda  yang di hadapannya, kemudian benda itu bergetar dan memunculkan 1 pesan masuk. Ia pun langsung membukanya.
yeobo..oppa sudah sampai, kau jaga diri disana, oppa akan terus menghubungimu, saranghae” itulah pesan singkat dari jhope, kekasihnya. Tanpa aba-aba ia langsung membalas pesan singkatnya dengan senyum yang terlukis di wajah cantiknya.

2 bulan setelah jhope meninggalkan hyemi ke china, ia tak menghubungi hyemi lagi, hyemi tak tau kenapa sikap jhope menjadi seperti ini, tak menghubunginya dan mengabarinya. Hyemi tetap sabar dan masih terus selalu memberikan perhatian kepada jhope walau memang tidak  ada balasan dari pesan yang selalu ia kirim.
Hari ini mood kuliah hyemi sedikit menurun, hyemi duduk di bangku kelasnya, terlihat sekarang hyemi sering melamun dan sering menatap ponselnya berharap ada balasan dari jhope, tapi hari demi hari harapannya sia-sia, tak pernah ponselnya menampilkan nama kekasihnya menelfon ataupun sms.
“annyeong guys, hari ini akan ada mahasiswa baru yang sekaligus akan menjadi teman kalian, jadi ibu mohon kalian bisa menerimanya, silahkan perkenalkan namamu” ucap dosenku membawa seorang namja yang berperawakan tinggi yang kini tengah berdiri.

“annyeong..kim taehyung imnida.. aku pindahan dari amerika, aku harap kalian menerimaku sebagai teman baru kalian” ucapnya memperkenalkan dirinya. Dosenku pun mempersilahkan dia untuk langsung duduk dan mengikuti mata kuliah hari ini, dia terlihat menatapku dengan menampilkan senyumannya, ya memang senyumannya manis, dan aku akui juga dia memang tampan. Aku menatap buku yang aku simpan di atas mejaku dan kembali mengikuti mata kuliah yang saat ini di terangkan dosenku.
**
Hyemi POV

1 minggu sudah namja itu kuliah di tempat yang sama sepertiku, aku risih dengan sikapnya yang selalu memandangiku. Aku berjalan di koridor kampusku bermaksud ke perpustakaan, terlihat v sedang menatapku dari arah yang tak jauh dari aku berjalan, aku menyadari itu, apa yang salah dariku? Sampai-sampai dia selalu menatapku seperti itu.
“annyeong .. aku v” ucapnya menghampiriku yang sedang duduk membaca buku dan menyerahkan satu tangannya bermaksud ingin berkenalan*susah kata-katanya-_-*
Akupun hanya menatapnya sekilas dan meneruskan pandangankku ke buku yang aku baca.
“bolehkah aku duduk?” ucapnya lagi. Tanpa aku persilahkan dia pun langsung duduk di hadapanku.

“kau dingin sekali hyemi” celetuknya sontak membuatku langsung menatapnya.

“darimana kau tau namaku?”

“siapa yang tak mengenal kang hyemi di kampus ini.” Jawabnya tertawa sedikit. Akupun kembali tak menatapnya. “bisakah kita berteman? ”

“ciihhhh..kau ingin berteman dengan yeoja dingin sepertiku kim taehyung?” ucapku menatapnya dan melipatkan tanganku di atas meja.

“siapa yang tak mau berteman dengan yeoja cantik sepertimu kang hyemi” ucapnya mengikutiku melipatkan tangannya di atas meja.
Aku tersentak malu mendengar dia memujiku.
“kau mau kan menjadi temanku?” ucapnya lagi. Akupun langsung menutup buku yang sedang aku baca kemudian pergi meninggalkannya.
“ya! Hyemi-ah kau belum menjawab pertanyaanku” ucapnya teriak.
“ya. Pabo ini perpustakaan kau jangan seenaknya berteriak” ujar ajushi penjaga perpustakaan. v terlihat malu dan langsung berlari keluar menyusulku.

V  berhasil mengejarku.
“hyemi-ah” ucapnya memempatkan tangannya di pundaku.

“wae?”

“kau belum menjawab pertanyaanku” rengek nya manja dan mengeluarkan aegyo nya. Sikap v membuat aku terdiam. Aegyo nya mengingatkan aku dengan oppaku, jhope. Kenapa aegyonya mirip sekali dengan yang selalu di lakukan jhope, fikirku.

“kau melamun hyemi-ah?” v  menggerakan tangannya di hadapanku yang sedang menatapnya. Akupun langsung tersadar.

“a..ani..ne aku mau menjadi chingu mu” ucapku langsung meninggalkannya.

“gomawo hyemi-ah” teriaknya.

Aku mendatangi taman yang dulu pernah aku datangi bersama jhope. Aku langsung duduk di tempat yang masih persis sama. Hanya 1 yang berbeda, waktu, dan dia yang tidak menemaniku saat ini. Dengan masih mengingat aegyo yang di lakukan v  tadi, aku teringat dengan oppa. Bagaimana keadaannya disana? Apa dia sudah melupakanku? Apa dengan mudahnya ia terpikat oleh yeoja china yang lebih cantik? Omoooo hilangkan fikiran itu. Aku mencoba menghubunginya.
“nomor yang anda tuju berada di luar jangkauan. Silahkan tinggalkan pesan anda” tik…aku mematikan ponselku.  Mana janjimu oppa? Apa kau melupakanku?
Hujan tiba-tiba mengguyur kota seoul. Tak perduli, jika aku harus basah kuyup. Aku masih ingin disini menangis dan mengingat semuanya. Aku merindukannya. Sangat sangat merindukannya.
Ketika aku tertunduk menangis , tiba-tiba seseorang tengah berdiri membawa payung. Aku berharap sebuah keajaiban datang dan lelaki itu jhope. Tetapi…
“kau kenapa hujan-hujanan dan menangis di sini?” suara beratnya kini terdengar, dia v yang belum lama resmi menjadi teman baruku. Mengapa dia bisa berada disini?

“aku kebetulan lewat taman sini, dan tak sengaja melihat kau dari kejauhan, aku fikir kau itu orang lain, tetapi aku penasaran , jadi aku kesini menemuimu, dan ternyata benar itu kamu” ucapnya panjang lebar. Aku langsung berdiri dan memeluknya refleks. Aku menangis sekuat-kuatnya, dan v  hanya melongo (?) melihat tingkahku yang tiba-tiba. Ia menjatuhkan payung nya dan sekarang ia hujan-hujanan sama sepertiku, dia memeluku dan mengusap puncak kepalaku.

“ada apa hyemi-ah?” ucapnya khawatir.

“aku merindukannya v  hiks hiks…aku merindukan sosoknya hiks hiks” ucapku spontan di tengah tangisanku. V  terdengar sedikit tersenyum.

“nugu? Namja chingumu?” ucapnya. Aku hanya menganggukan kepalaku dan masih dengan memeluknya.
“kau bisa menceritakannya padaku hyemi-ah” tawarnya. Aku melepaskan pelukanku dan menunduk.
“blablabla….” Tanpa berfikir, Aku menceritakan semuanya kepada v, walau aku masih baru menjadi temannya, aku fikir v bisa menjadi teman curhatku. V  menghela nafas panjang ketika aku selesai bercerita.masih di bawah rintik hujan yang membasahiku dan v , v menggenggam tanganku.

“kau tau bahwa kau sangat merindukannya, ketika orang itu selalu hadir ke dalam fikiranmu, apakah kau berfikir bahwa dia juga merindukanmu? Belum tentu hyemi-ah, kau tek perlu seperti ini jika kau merindukan jhope mu itu. Hyemi-ah, jika kita mencintai seseorang, kita akan senantiasa mendoakannya walau dia tidak berada di sisi kita. Arraseo?” ucapnya panjang lebar dengan senyum yang manis dari bibirnya.

“arraseo” ucapku pelan.

“kau sebaiknya pulang, aku tak ingin kau sakit” ucap nya “aku akan mengantarkanmu” lanjutnya. Aku tak tau kenapa v bisa seperti ini, apa karena aku tadi memeluknya? Dan dia menjadi berfikir yang tidak tidak? .
Dalam perjalanan pulang aku diantar v mengendarai mobilnya, aku hanya menatap ke arah jalan yang tak begitu ramai di lewati para pengendara. Hening, itulah keadaan saat ini. Tak terasa aku sampai di depan rumahku. Akupun keluar dan tak lupa mengucapkan terimakasih kepada v.

“hyemi-ah” ucapnya sedikit teriak. Aku membalikan badanku dan hanya menatapnya. Ia keluar dari mobilnya dan menghampiriku.

“jangan sesekali mengucapkan selamat tinggal, jika kamu masih mau mencoba, jangan sesekali menyerah jika kamu masih merasa sanggup, jangan  sesekali mengatakan kamu tidak mencintainya lagi jika kamu masih tidak dapat melupakannya.”

“ne..gomawo kim taehyung”

“panggil saja aku v seperti tadi, sudah malam, sebaiknya kau masuk dan beristirahatlah,dan satu lagi”

“apa?”

“ berjanji padaku kau jangan sampai sakit”

“…” aku tersenyum lembut dan meninggalkannya.

“sampai bertemu besok” ucapnya lagi
**
J-Hope POV

2 bulan sudah aku meninggalkannya dan tak menghubunginya, maafkan aku hyemi-ah, aku memang namja yang jahat. Tetapi bukan maksudku tak ingin menghubungimu atau memutuskan hubungan kita, aku mencintaimu, tetapi appa ingin aku menikah dengan yeoja pilihannya.
Aku bodoh? Iya, memang aku bodoh, karna aku tak bisa menolak permintaan appa. Apa kabar kamu disana yeobo? Apakah kamu baik-baik saja? Apakah kamu masih mengingatku? Ataukah….kamu menjalin cinta yang baru dengan namja lain? Jika memang itu benar, tak apalah, aku anggap ini sebuah karma.

“huuuuuuuuuh” aku mengeluarkan nafas panjang dan menyenderkan kepalaku di kursi dan memutar kursinya sehingga membelakangi meja kerjaku.
“annyeong yeobo” ucapku menatap layar ponselku.

“siapa yang kau panggil yeobo” ucap seseorang yang suaranya memaksaku harus membalikan kursiku dan menghadap meja kerjaku. Appa, ternyata appa mendengarkanku, sejak kapan appa disini?

“a- ani appa, aku hanya merindukan hyemi” ucapku berdiri dengan sedikit senyum yang terlukis di wajahku. Appa hanya menatapku sinis. Appa memang tahu kalau hyemi adalah kekasihku, dan dia sangat tidak setuju karna status social yang berbeda diantara kita, makanya appa memaksaku untuk meneruskan kuliahku yang sempat ku tunda. Dia menyuruhku kuliah di china dan meninggalkan hyemi. Aku tak tau apa rencana appa menyuruhku membantu perusahaannya yang berada di china, padahal yang di korea pun ada.

“appa tunggu di ruangan appa, ada seseorang yang ingin appa kenalkan” kemudian appa berlalu pergi. Akupun hanya membungkukan setengah badanku.

Akupun langsung memasuki ruangan appa. aku tak tau siapa yang akan appa kenalkan kepadaku. Tetapi setelah kami bertemu, appa mengenalkanku kepada seorang yeoja cantik anak dari sahabatnya. Apa maksudnya ini? Ternyata setelah pertemuan itu appa merencanakan tunanganku dengan yeoja yang bernama lee yong in itu. Bagaimana dengan hyemi? Aku begitu menyayangi hyemi dan ingin menikahinya. Aku bermaksud menolak tetapi apa yang di ucapkan appa, dia hanya memaki hyemi setelah tau perusahaan appanya bangkrut 1 tahun yang lalu.

Langit kini kembali menampakan kegelapannya. Aku termenung dengan sebuah pena dan kertas yang ada di hadapanku saat ini, bermaksud menulis surat untuk ku kirim kepada hyemi. Aku pun mulai menggerakan tanganku, mencurahkan semua isi hatiku di atas kertas.
~~
“annyeong hyemi-ah, aku sangat merindukanmu
Hyemi-ah , mianhae..aku baru saja memberimu kabar, aku baik-baik saja disini, bagaimana kabarmu? Dan juga bagaimana hari-harimu di seoul? Menyenangkan kan?
Hyemi-ah mianhae, jeongmal mianhae, ada yang ingin aku sampaikan, aku harap kau tak membenciku, aku tak tau harus di mulai dari mana. Tetapi aku harus mengatakannya walau pahit. Seperti yang pernah kau katakana, Dusta memang mampu menunda sebuah kebenaran, tapi cepat atau lambat pasti terungkap juga. Jadilah pribadi yg jujur. Hyemi-ah…. Mianhae aku meninggalkanmu , appa tak merestui hubungan kita, bukan appa benci kepadamu, tetapi appa ingin aku menikah dengan yeoja pilihan appa.
Kau boleh memakiku ,Akupengecut, bodoh, jahat, aku tak tau harus berbuat apalagi selain menuruti apa keinginan appa.
Sekali lagi maafkan aku hyemi-ah
                                                                                                                        Jung ho seok”

Dengan derai air mata yang sedikit membasahi pipiku, aku melipat surat itu dan mengirimnya langsung ke kantor pos.*anggap aja bisa yah ngirim malem-malem-__-*
**

Author POV

Kring…..kring….kring……
Suara jam weker yang terletak di sisi kanan tempat tidurnya berbunyi, cahaya matahari pun mulai masuk melewati celah pentilasi di jendela kamarnya dan memaksanya untuk membuka mata dan perlahan ia pun melakukannya.
“Oigoooo berisik sekali” ujar nya menggeliatkan badan dan mematikan jam weker yang masih saja berisik.
“hah? Jam 7 ?” ucapnya terkejut melihat waktu menunjukan semakin siang. Kuliahnya akan di mulai setengah jam lagi. Ia terbirit-birit bangun dan langsung ke kamar mandi. Dengan mandi saja sudah menghabiskan waktu gadis berambut panjang ini 20 menit. Mana sempat jika ia sarapan terlebih dahulu.

Hyemi keluar rumah dan menunggu mobil di halte biasa, Mana sekarang ia harus naik bus untuk sampai di kampusnya tempat ia kuliah. Terpaksa ia harus sarapan di kampus, atau kawan barunya akan memberikan sedikit makanan yang selalu di bawanya.

Setelah 10 menit perjalanan , akhirnya hyemi sampai di kampus dengan tepat waktu, ketika hyemi  sampai di kelas, terlihat v  yang tengah asyik membawa buku yang dipinjamnya dari perpustakaan.

“huh…huh..huh…”  hyemi duduk dan mengatur nafasnya.

“kau kenapa nona kang?” v  menatap hyemi dengan tatapan lucu. Dengan sebentar hyemi menatapnya sinis dan kembali focus dengan nafasnya.

“hahaha kau bangun kesiangan yah? dan kau tidak sempat sarapan, dan kau juga menaiki bus untuk pergi ke kampus?” ucap v  tertawa mengejek dan sepertinya v sudah tau kebiasaan hyemi walaupun belum lama mereka dekat.

“ya! Cukup v” ucap hyemi kesal.

“harusnya kau menelfonku biar nanti aku jemput. Oiya walaupun kau tak menelfonku juga kau seharusnya lebih tenang, karena dosen hari ini tidak akan masuk, dank au sudah tau itukan sebelumnya” jelas v  lagi.

“omaygat..namja pabo  itu benar juga, kenapa aku tidak mengingatnya” ucap hyemi dalam hati. Hyemi tak menghiraukan ledekannya , ia berdiri dari kursi yang sedang ia duduki dan pergi meninggalkan ruangan kelas.

“ya! Kang hyemi kau mau kemana?” v berteriak memanggil hyemi, tetapi seperti biasa hyemi tak menghiraukan panggilan itu, ia terus berjalan dan v pun dengan cepat membereskan buku yang sedang di bacanya dan mengejar hyemi.

Setelah berlari-lari, v  tak menemukan sosok yeoja yang di kejarnya. V  mengatur nafasnya dan duduk di sembarang tempat-__-. Sekilas v  melihat hyemi di sebuah café di depan kampusnya. V  tak percaya kalau itu hyemi, kemudian dengan nafas yang masih belum teratur(?) v menghampirinya, dan memang dugaan v  tidak salah. Setelah v sampai di café tersebut dia langsung duduk di depan hyemi tanpa persetujuan hyemi.

“suruh siapa kau boleh duduk disana?” ucap hyemi sinis.

“kau kebiasaan selalu meninggalkanku” v merengek melipatkan kedua lengannya di atas meja.

“ya..memang kau siapanya aku sampai kalau aku pergi kemana-mana harus mengajak kamu?”  hyemi menatap nya sekilas dan tak menatapnya lagi. Hyemi menyedot(?) minuman yang saat ini ada di hadapannya.

“aku pacarmu” v  keceplosan dan ia langsung menutup mulutnya . Sontak hyemi kaget dan langsung tersedak

“uhuk…uhuk.. mwo?”

“a-ani..maksudku aku ini temanmu” v  memperjelas ucapannya yang keceplosan tadi.
**

Hyemi POV

Aku langsung tersedak ketika v  mengatakan kalau dia pacarku. Ada apa dengannya? Sikapnya memang terlihat aneh akhir-akhir ini, ia lebih peduli padaku. Apakah dia tidak tahu soal aku dan jhope? Padahal aku sudah mengatakannya.
Setelah kejadian itu kami terdiam, v terlihat malu dan salah tingkah sehingga ia langsung memesan mocachino dingin.

“apakah kamu yang namanya kang hyemi?” ucap seorang yeoja yang tengah membawa amplop kecil berwarna merah menghampiriku.

“ne..ada apa yah?” aku langsung berdiri dan menatapnnya.

“ini, ada titipan surat untukmu”

“dari siapa?”

“aku tidak tau” ucapnya memberiku amplop tadi, akupun menerimanya langsung.

“kalau begitu, aku pamit pergi dulu”

“oh ne..kamsahamnida” ucapku membungkukan badanku sedikit. dan ia berlalu pergi.

“kau mengenalnya?” suara beratnya terdengar kembali.

“ani..mungkin dia dari fakultas lain” aku duduk dan masih melirik-lirik surat yang ada di tanganku saat ini.

“kau mendapatkan surat dari siapa?”

“aku tidak tau, tidak ada nama pengirimnya”

“kau baca sajaa”

“..” aku menganggukan kepala dan membuka perlahan surat yang dibungkus amplop berwarna merah kesukaanku dan mulai membacanya. *bacanya surat dari jhope tadi yah*

ketika aku membacanya, v menatapku kaget melihat butiran Kristal perlahan mengalir dan mulai membasahi pipiku. Itu surat dari oppa jhope. Apakah ia tak salah mengirimnya? Oppa..apa maksud dari surat ini? Apa yang kau tulis ini untukku?
“hyemi-ah gwenchana?” v  khawatir melihat air mataku semakin deras keluar. Dan aku mulai bergetar ketika aku membaca surat itu. Aku tak mengubris pertanyaan v  dan berlari meninggalkannya.

“hyemi-ah kau mau kemana?” v berteriak dan langsung mengejarku.


TBC…….

Tidak ada komentar:

Posting Komentar