Teddy Bear Holding A Heart Balloon

Jumat, 21 November 2014

Ff I Miss You

I Miss You




Cast                 : Kim Jae Joong (JYJ)
              Lee Hye Ri (OC)
              Kim Choon Hee (OC)
Genre              : romance , little sad, little nc, marriage life
Rate                 : 17 || oneshoot
Author             : Nuriramdaniyah
Note                : ini ff request-an temen aku Nina karlina , maaf banyak typo nya, maaf kalau gaje, soalnya inspirasinya sedikit kacau-__- Happy reading !!

**
Hye Ri POV

Namja yang bernama lengkap Kim Jae Joong , ya aku akui dia memang tampan, tetapi dia mempunyai sifat yang sangat menyebalkan, semenjak awal pernikahan kami , dia tak pernah menganggapku sebagai istrinya. Dia selalu membawa yeoja lain ke rumahnya, tidak lebih tepatnya itu rumah aku dan dia. Apa itu tak sakit? memang pernikahan kita awalnya tak di dasari dengan cinta, pernikahan kita terjadi karna kedua orang tua kita bersahabat dan ingin berbesanan satu sama lain.
pernikahanku dengan namja yang awalnya aku benci sudah memasuki tahun ke 1. Selama ini, apakah pernikahanku romantis ? harmonis ? tidak, itu salah. Beberapa bulan setelah menikah pernikahanku selalu di warnai dengan kesalah pahaman.



Malam itu, waktu menunjukan pukul 21.00  Ketika aku duduk di depan tv,  menunggu dia pulang kerja. Tiba-tiba terdengar seseorang memencet (?) bel rumahku.
“nugu-ya?” teriaku dari ruang tv dan berdiri berjalan ke arah pintu. Siapa yang tidak senang ketika melihat orang yang di tunggu-tunggu akhirnya datang.
“oppa…kau sudah pul-“ belum sempat aku menyelesaikan perkataanku tiba-tiba dia terjatuh ke dalam pelukanku.
“oppa…oppa..” aku mencoba menahannya dan memapahnya ke dalam kamarnya, lebih tepatnya kamar aku dan dia. Sesampainya di kamar, Aku menidurkannya dan melepas sepatunya.
“oppa, kenapa kau minum sampai semabuk ini?” ucapku sambil membukakan kancing jasnya, tiba-tiba sebuah tangan menghentikan aktivitasku (?).
“yeobo..” ucapnya pelan. Aku bisa mendengarnya, dia mengatakan sayang sambil menggenggam tanganku.
“oppa..bisakah kau melepaskan tanganku? Aku ingin membantumu membuka jas mu ini, karna aku fikir kau tak bisa me-“
 Omonganku terpotong ketika dia mendorong tubuhku dan menempatkanku di bawahnya.
“op..oppa, apa yang akan kamu lakukan?” ucapku gugup menatap matanya yang berada di atasku.
“kau cantik sekali yeobo” ucapnya sambil mengelus pipiku pelan. Aku tau saat ini mungkin yang ada di fikirannya adalah yeoja yang slalu dia bawa ke rumah kami, bukan aku.
“stop oppa” aku mencoba menghindarkan tubuhnya dari atasku, dan aku berhasil, bukan karna kekuatanku lebih besar darinya tapi dia sedang mabuk otomatis kekuatannya sedikit melemah *ngomong apaan sih gue -__-*
“wae?” ucapnya sambil duduk di sampingku.
“oppa sebaiknya mandi, aku akan siapkan baju untukmu ” ucapku sambil berjalan menuju lemari. Dia tak mengubris perkataanku dan langsung berjalan ke kamar mandi.
Aku masih tak terfikir atas kelakuannya barusan yang membuat aku salah tingkah. Apa yang dimaksudnya  sayang itu aku?  akhhh….sudahlah aku tak berharap yang di maksud itu aku. aku masih terus memilih baju, tak lama terdengar pintu kamar mandi terbuka, aku langsung menaruh baju itu di atas tempat tidur.
“oppa, aku akan menyiapkan makan malam untukmu, kau mungkin belum makan kan?” ucapku bermaksud berjalan keluar tapi  tiba-tiba dia menarikku sehingga aku terjatuh ke pelukannya, wajahku tepat menatap dadanya yang tak tertutup apapun, ia hanya memakai handuk yang di lingkarkan ke pinggangnya sampai lutut.
“kau tak usah menyiapkanku malam malam”
“wa..wae? bukankah oppa belum makan?” posisiku saat ini membuat jantungku berdebar dan salah tingkah.
“kau kenapa gugup?” ucapnya menatapku dan masih memegang tanganku dan menyimpannya diantara dada bidangnya(?) *ngertikan?*
“ani…aku tak gugup ko” ucapku tak menatapnya.
“malam ini aku tak ingin makan masakanmu nona kim”
“waee?” ucapku cemberut.
“karna malam ini aku ingin makan ini” ucapnya langsung mencium bibirku, Chu~  akupun terbelalak tak percaya.
**

Jae Joong POV

“karna malam ini aku ingin makan ini” ucapku langsung mencium bibirnya, dia hanya terbelalak tak percaya. Entah setan apa yang merasuki istriku ini sehingga malam ini aku ingin selalu menyentuhnya dan melakukan hal-hal yang seharusnya dari dulu aku lakukan.
#Skip
Mentari pagi telah menampakan cahayanya, memaksaku untuk membuka mata. Aku terbangun dan menatap yeoja di sampingku yang tengah tertidur lelap. Aku membetulkan posisiku dan menyender ke kepala ranjang tempat tidurku. Aku menatapnya sambil mengelus kepalanya. Sepertinya dia lelah, karna semalam kita telah melakukannya.*melakukan apa atuh jae joong-__-*
“mianhae yeobo kenapa tidak dari dulu aku melakukan ini denganmu” ucapku.
“nggggghh” lenguhannya. Ia membuka matanya dan menatapku seolah kaget, dan duduk membelakangiku.
“mianhae yeobo” ucapku memeluknya dari belakang.
“oppa..apakah semalam kita…..”
“iya, semalam kita melakukannya, maafkan aku karna tidak dari dulu melakukannya”
“tak apa oppa” ucapnya.
**

Author POV

 Tak terasa memang , setelah kejadian malam itu,   sampai pada akhirnya , mereka memiliki anak perempuan yang diberi nama Kim Choon Hee , setelah hadirnya choon hee, jae joong mulai mencintai hye ri dan mulai menerima kenyataan kalau hye ri adalah istrinya. Dan perlahan jae joong mulai merubah sikapnya.
“appa..” teriak seorang anak kecil bak malaikat memanggil ayahnya yang tengah mengerjakan pekerjaannya  di depan laptop di meja kerjanya.
“hey Kim Choon Hee” ucap jae joong menghentikan pekerjaannya dan jongkok sambil merentangkan tangannya siap menangkap  anaknya yang berlari menghampirinya. Hye ri sang istri hanya berdiri dekat pintu ruangan suaminya itu sambil tersenyum menatap pemandangan yang terjadi di depan matanya saat ini.
“appa, sekarang aku mengikuti les balet” ucap choon hee lucu.
“oh yaa? Bagus dong” ucap jae joong memangku anaknya dan berdiri.  “anak appa nanti bisa menari balet tidak seperti eomma ga bisa tari apa-apa” ucap jae joong sambil tersenyum meledek ke arah istrinya.
“ya ! oppa, tak bisakah kau tak meledekku di depan anak kita?” ucap hye ri kesal dan duduk di sofa yang berada di ruangan tersebut.
“wae ? choon hee pun tidak keberatan, ya kan ?”
“hihi…”  choon hee hanya tertawa sambil sesekali mencium pipi appanya.
“appa, bisakah appa antarkan aku dan eomma ke sekolah baletku?” pinta choon hee.
“mianhae chagi, appa banyak pekerjaan yang harus appa selesaikan, hari ini kau berangkat sama eomma dulu yah” dengan halus jae joong menolak permintaan malaikat kecilnya itu.
“..” choon hee hanya menganggukan kepalanya dan jae joong menurunkannya dari pangkuannya. Jae joong tau itu pasti sakit untuk anaknya ini, pasalnya ini bukan yang pertama kalinya ia menolak permintaannya. Bahkan sering sekali jae joong menolak permintaannya walau itu hanya menemaninya mengerjakan pr sekolahnya. Tapi ini bukan kemauannya, tetapi tuntutan pekerjaanlah yang membuatnya seperti ini.
**

Jae Joong POV

“choon hee-ssi , anak appa yang paling cantik, jangan cemberut gitu dong, appa janji lain kali appa menemanimu latihan balet” ucapku mencium keningnya. Hye ri menghampiri aku dan choon hee.
“ne appa, gwenchana..aku diantar eomma saja” ucapnya memberikan senyuman yang aku tahu itu terpaksa ia lakukan.
“ aku pergi dulu oppa” ucap hyeri.
“ne, hati-hati yeobo, selalu kabari aku” ucapku mencium singkat bibir istriku. Chu~

Aku kembali melanjutkan pekerjaanku yang masih numpuk di mejaku. Tak lama handphone ku bergetar ddrrrrrt….dddrrtt.. aku buka dan ternyata foto istriku bersama anakku yang sudah sampai di tempat latihan balet.
selamat bekerja appa” itulah sekilas pesan dari anak dan istriku. Aku hanya tersenyum menatap layar hp ku.

@rumah
“eomma”
“ne chagi-ya”
“ besok aku ada pementasan drama di sekolah, bisakan eomma membujuk appa agar bisa melihatku sekalii saja eomma” ucap choon hee menatapku.
“choon hee-ya” ucapku menatapnya.
“aku ingin seperti anak-anak yang lain yang bisa dekat dengan appanya, tapi kenapa aku hanya dekat dengan eomma saja” ucapnya menitikan air mata. Aku tak tega melihat malaikat kecilku menangis, aku langsung memeluknya.
“chagi-ya, eomma sama appa kan sama saja”
“tapi kenapa appa selalu sibuk dan tak pernah ada waktu buat kita eomma”
“itu artinya banyak yang mempercayai appa untuk bekerja sama, jadi choon hee jangan berfikir kalau appa tak pernah ada waktu buat kita, kan appa udah janji mau mengantar choon hee sekolah, ngajak choon hee main”
“tapi eomma”
“sudah lah sekarang choon hee tidur yah, besok eomma janji, pasti appa ikut ke sekolah dan menonton choon hee bermain drama” ucapku menenangkan anaku.
“janji ya eomma” ucapnya memberikan jari kelingkingnya. Aku pun langsung mengaitkan jari kelingkingku dan berjanji kepadanya, walau sebenarnya sangat susah.
“selamat tidur sayang” ucapku mencium keningnya
~~
“appa pulang..” ucapku masuk, terlihat istriku yang tengah duduk menonton tv menungguku.
“kemana choon hee?” aku menghampiri istriku.
“dia sudah tidur oppa” ucapnya berjalan menghampiriku sambil membawa tas-ku dan berjalan ke kamar. Memang kebiasaan dia kalau menonton tv selalu lupa mematikan tv, akupun segera mematikannya dan berjalan ke kamarku. Singkat cerita aku selesai mandi, kemudian aku menaiki kasur tiba tiba istriku terbangun dan duduk menatapku.
“eh, kau belum tidur? Ini sudah malam chagi”
“oppa, apa oppa tak kasian melihat choon hee?”
“mwo? Kasian kenapa? Ada apa dengan choon hee ku?”
**

Hye Ri POV

“mwo? Kasian kenapa? Ada apa dengan choon hee ku?” ucapnya menatapku intens. Aku tak melanjutkan perkataanku, karna aku tau dia cape.
“ani oppa, lupakan saja choon hee kita taka pa-apa, dia baik-baik saja ko, sebaiknya kita tidur”
“jaljayo chagi” ucapnya mencium bibirku singkat. Akupun hanya tersenyum , Dan kamipun tertidur.

Pagi ini rutin aku melaksanakan aktifitasku, menyiapkan pakaian untuk anak dan suamiku. Dan menyiapkan sarapan, aku memasak galbi menu kesukaan mereka (jae joong & choon hee). Ketika aku sedang memasak tiba-tiba sebuah tangan melingkar ke perutku, dan aku tau itu adalah suamiku. Dia sudah siap dengan pakaian kerjanya, terlihat gagah dan ganteng.
“kau kenapa meninggalkanku?” ucapnya mencium pipiku singkat.
“ aku tak meninggalkanku oppa, hanya saja aku tak ingin gara-gara aku bangun siang, aku nanti kesiangan mengantarkan choon hee sekolah, kau kan tak pernah ada waktu untuk mengantarkannya sekolah” . dia melepaskan pelukannnya.
“apa sejelek itukah aku di matamu?” ucapnya dengan nada bergetar. aku segera menghentikan aktivitasku.
“buktinya memang benarkan? Kau lebih mementingkan pekerjaan daripada keluargamu“ ucapku menatapnya.
“tapi perusahaan membutuhkanku hye ri-ah”
“aku dan choon hee juga membutuhkanmu oppa” ucapku dengan menaikan nada bicaraku, “apa kau tak memikirkan bagaimana perasaan choon hee waktu kau menolak setiap permintaannya? Hah?” ucapku menitikan air mata. Ia hanya diam.
“sudahlah oppa, aku dan choon hee memang tidak penting buatmu”
Plaaaaaaaaak .. sebuah tamparan mendarat di pipiku. Sakit rasanya. Baru kali ini dia menyakitiku sampai bermain fisik.
“cukup lee hye ri!!” ucapnya tak kalah tegas. “apakah sepagi ini kita harus bertengkar Cuma gara-gara hal sepele?” lanjutnya..
“sepele?”
“iya.. sepele. Kau selalu saja membahas soal aku yang tak pernah menemani choon hee pergi, kau kan ada, bahkan kau tidak bekerja, kau kan juga ibunya, jadi kaulah yang harus menemaninya” ucapnya panjang lebar.
“oppa….”
“aku akan sarapan di kantor”
“oppa..! oppa..!”
Dia tak mengubris perkataanku, dia berlalu pergi tanpa memakan sarapan yang telah aku buat untuknya.
“eomma..” teriak Choon hee berjalan menuruni anak tangga, aku langsung menghapus air mataku, aku berjalan menghampirinya dan langsung menatapnya.
“ne chagi, kajja kita sarapan, nanti kau telat lagi berangkat ke sekolah”
“apa eomma menangis?”
“hah? Ani.. eomma tak apa-apa sayang”
“appa mana?”
“hah? Appa? Mianhae sayang, appa ada urusan kerja, tadi appa buru-buru” ucapku jongkok di hadapannya.
“jadi hari ini kita berangkat tanpa appa?”
“..” aku hanya menganggukan kepala.
**

Author POV

Pementasan drama di sekolah choon hee selesai, mereka berjalan meneluduri koridor sekolah,
“eomma, aku rindu kebersamaan kita dulu bersama appa”
“..” hye ri tak bersuara, ia lebih mengeratkan pegangan tangannya bersama malaikat kecilnya itu. Sampailah mereka di depan gerbang sekolah, terlihat mobil jae joong terparkir di depan gerbang.
“eomma, apa itu mobilnya appa?”
“ne chagi”
“choon hee..” jae joong keluar dari mobilnya dan menatap anak dan istrinya yang tengah berdiri tak jauh darinya.
“asiiiik appa menjemput kita” choon hee berlari menghampiri jae joong dan memeluknya, ia pun langsung memangku malaikat kecilnya itu.
“oppa I miss you” ucap choon hee bermanja-manja di pangkuan ayahnya.

“kenapa kau meninggalkan pekerjaanmu?” ucap hye ri sinis sambil menghampiri jae joong, terlihat choon hee yang bermanja-manja di pangkuan ayahnya.
“mianhae hye ri-ah”
“sudahlah oppa, kita sebaiknya pulang, aku sudah lelah”
“…” akhirnya mereka pulang dan tak lama hanya membutuhkan waktu 20 menit untuk sampai di rumah mereka. Jae joong masuk ke rumah dengan menuntun choon hee, tiba tiba
“choon hee masuk dulu ke kamar yah, appa mau bicara dulu sama eomma”
“ne appa” choon hee berlari menuju kamarnya.
“hye ri-ah” ucapnya menarik tangan hye ri.
“..” hye ri tak menjawab.
“apa kau marah soal tamparanku tadi pagi?”
“ani, tak  apa aku di tampar, asal kau punya waktu untuk choon hee” ucap hye ri masih memalingkan wajahnya.
“apa pantas seorang istri berbicara tanpa menatap mata suaminya?” sindir jae joong. Sontak hye ri langsung menatapnya dan melipatkan kedua tanganya di dadanya.
“apa pantas seorang suami menampar istrinya saat istrinya mencurahkan segala isi hatinya?” ucap hye ri sinis.
“mianhae” ucap jae joong memeluk hye ri langsung.
“aku sudah meminta cuti kepada direktur untuk 2 minggu ini”
“kenapa lama sekali oppa?”
“apa kau tak ingin melihat suamimu ini beristirahat dan bermain bersama anak dan istrinya?”
“bukan begitu oppa”
“sudahlah, rencananya aku ingin mengajak kau dan choon hee ke rumah eomma”
“ne oppa arraseo, pasti choon hee senang mendengar kabar ini”
“mulai hari ini aku akan mengurangi jadwal kerjaku dan lebih menghabiskan waktu bersama anak dan istriku” ucap jae joong menatap hye ri.
“hehe gomawo oppa “
“nde yeobo, saranghae”  chu~
Jae joong kemudian mencium bibir hyeri mesra.

The end


Tidak ada komentar:

Posting Komentar