Teddy Bear Holding A Heart Balloon

Kamis, 20 Februari 2014

Cepen ''sepucuk surat terakhir''

Sepucuk surat terakhir
Karya : Nur Dini Nuri R

Hari ini adalah hari tepat dimana aku berusia  17thn. Tapi entah mengapa tak ada sama sekali kejutan dari seseorang yang sangat aku sayangi, ya dia adalah Putra. Dia adalah orang yang selama ini selalu memberikan canda tawa dan warna wari di kehidupanku.

Sejak dari kemarin tak ada kabar yang terlintas di telingaku tentang Putra, dia tiba-tiba menghilang dan tak kunjung menghubungiku. Aku bingung kenapa disaat aku membutuhkannya , dia malah tidak ada.
“halo..aldi?” ucapku, menelfon sahabatnya.
“iya..knapa?” jawabnya.
“aku mau tanya, kamu tau ga Putra lagi dimana sekarang? tadi masuk kuliah ga?”
“hm..aku lagi libur kuliah, jadi aku gatau deh, maaf yah” jawab aldi.
“oh gtu, yaudah makasih di”
“iya sama-sama”.

Saat itu aku coba menghubungi putra, tapi yaaaah hanya sia-sia. No hp putra ga aktif. Perasaan aku saat itu ga mood, untung saja mata kuliah ku hari ini dosennya ga masuk , jadi aku bebas untuk pulang.
Sampai di rumah , hanya sepi yang ku rasakan, tak ada satu orang pun yang ingat hari ulang tahunku ini, mama, papa, kakak, semuanya selalu sibuk sama urusannya masing-masing. Kuhempaskan tubuhku di kasur yang terletak kamar yang tak begitu besar ini, tak terasa aku terlelap tidur. Sore itu hujan deras sekali, tetes demi tetes air sangat terasa menusuk telingaku sampai aku terbangun dari tidurku, Perlahan ku buka mataku yang ku lihat pertama kali adalah langit2 kamarku yang di penuhi tempelan hiasan bintang yang sangat indah. Memoriku teringat lagi akan sosok lelaki yang sangat aku cintai dan saat ini menghilang entah kemana. Ku pandangi foto dimana saat itu aku menghabisakan waktu berdua sama putra, sungguh indah sekali, rasanya ingin ku ulang waktu itu , dan tak seperti hari ini yang buruk buat ku. Tak terasa air mataku menetes.
“drrrt…drrrrt” hp aku bergetar. Dengan malas ku ambil hp aku yg saat itu ada di dalam tas ku.
“aku tunggu nanti malam di taman jam 19.00, dateng yah sayang :* ” entah siapa yang mengirim ku sms itu, no nya tanpa nama dan membuatku penasaran.
“siapa sih yg sms kaya gtu, pake emotion kiss segala lagi
, gimana kalo putra tau dan putra marah?” aku sengaja tak bales smsnya.

***
Waktu menunjukan pukul 18.30 , seperti biasa rumah masih sepi , dan hanya kak ricky yang baru pulang dari latihan band nya.
“de, mama sama papa belum pulang?” ucap kak ricky sambil berjalan melewati ku yang sedang menonton tv menuju kamarnya. Aku fikir, kakak bakal inget hari ulangthun ku ternyata ngga ujarku dalam hati.
“belum” jawabku singkat.
Aku teringat soal sms yang tadi sore. Aku pun segera mengganti baju dan bergegas menuju taman tanpa sepengetahuan kak ricky.

***
Sampailah aku di taman kota, tak kulihat ada seorang pun di sana, aku coba menghubungi lagi no yang tadi. Terdengar suara bunyi hp dari arah sebelah kanan tak jauh dari tempat aku berdiri saat ini. Sepertinya itu aldi gumamku dalam hati. Aku berjalan menghampiri pria itu dengan rasa penasaran.
“aldi?” sapaku terhadap pria itu. Setelah pria itu menoleh dan menatapku, ternyata benar dia aldi sahabatnya putra.
“jadi kamu yang ngsms itu? Hah? Knapa pake emotion kiss segala? Kamu tau kan aku itu pacar sahabat kamu? Kalo putra tau gimana?” keselnya aku sama kelakuan aldi yg ngesms kaya gitu.
“udah ngomongnya? Maafin aku, aku disuruh sama putra”
“terus kalo kamu disuruh putra, mana dia? Kenapa ga dia yang nemuin aku?”
“dia hanya nitip ini sama aku” ucap aldi sambil memberikan sepucuk surat berwarna biru muda, suratnya lucu sekali.
“ini dari putra?”
“iya”
aku mengambil surat itu dan duduk di bangku taman kemudian aku membuka surat yang berwarna biru muda itu.
Dear Nuri :*
selamat malam cantik ,kamu lagi ngapain? Lagi sama aldi yah? Maaf aku nyuruh aldi melakukan semua ini.  maafin aku juga sayang, selama ini aku menyembunyikan semua ini dari kamu, semua aku lakukan karna aku gamau liat kamu sedih dengan penyakit yang aku derita. oh iyah Selamat ulang tahun ya cantik , maaf dihari ultah kamu, aku ga ada disamping kamu, tapi percayalah aku ga lupa sama hari ultah kamu sayang. aku sayaaaaang banget sama kamu, kamu wanita terindah yang pernah ada di hatiku, mungkin setelah kamu baca surat ku ini , aku sudah ga ada di dunia lagi. Tetap jadi bidadari buat ku yah sayang, aku akan bawa cinta ini pergi, makasih selama ini udah jagain aku, aku bakal selamanya sayang sama kamu cantik,jangan tangisi kepergianku. I LOVE YOU… :*
                                                                                                                        Love
                                                                                                                        Putra “

Setelah membaca surat dari putra yang diberikan aldi kepadaku, aku tak percaya sama semua yang di tulis putra dalam surat tadi. Aku meminta aldi untuk mengantar ku ke RS dimana tempat putra di rawat.  Selama di perjalanan aldi menceritakan semuanya.


**
Sampailah aku di rumah sakit dimana tempat putra di rawat , aku langsung berlari menuju kamarnya, ketika sampai di pintu depan kamarnya, disana terlihat ayah ibu putra yang  sedang menangisi seseorang yang sudah terkujur kaku di kasur rumah sakit itu.
“putraaa” kaki ku rasanya sulit untuk di gerakan , seakan tidak percaya kalo itu putra, perlahan aku berjalan mendekati mereka.
“iya sayang , putra udah pergi” ujar ibu putra memeluku yang sedang menangis melihat seorang pria yang sangat aku cintai itu.
“putraaaa…bangun sayang jangan tinggalin akuuu” aku menjerin dan memeluk jasad putra.
“makasih sayang buat semuanya, aku janji bakal jadi bidadari buat kamu I love you :* ” untuk terakhir kalinya aku mencium kening putra.
Esoknya putra di semayamkan di TPU yang berjarak 50m dari rumahnya. Tangisanku tak berhenti-berhenti, mata aku semakin sembab, aldi mencoba menenangkanku.
“udah lah, dia kan juga udah bilang kan, dia gamau liat bidadarinya menangisi kepergiannya” ucap aldi.
“aku masih ga percaya di, kenapa orang yang aku sayang begitu cepat pergi ninggalin aku” air mataku tak henti-hentinya menetes. Ibu putra menghampiriku yang sedang duduk memandangi foto putra.
“nak, sebelum putra meninggal, dia menitipkan ini sama ibu” ibu putra memberikan sebuah kado yang bertuliskan ‘’HAPPY BIRTHDAY’’. Kado itu kemudian aku terima
“makasih bu” ibu putra kemudian duduk di samping aku dan merangkul ku.
“dia bilang sama ibu, bu, kalo nanti putra udah ga ada putra nitip nuri yah sama ibu, putra sayang banget sama nuri bu, nuri cewe yang bisa membuat putra jauh menjadi lebih baik bu, kalo aja Alloh ngasih putra umur panjang, putra pengen nikah sama dia bu”
Mendengar cerita dari ibu, air mataku kembali tumpah seakan tak bisa ku bentung lagi.  
“aku janji akan menjadi bidadari buat kamu sayang , dan kita akan hidup bersama di kehidupan abadi nanti sayang :’( kita akan hidup bahagia di surga-Nya” kembali lagi ku cium foto pria yang sangat aku cintai itu dengan deraian air mata.

The End 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar